Kopi. Artisan. Premium. Arabica. Liberica. Cappucino. Latte. Americano. Espresso. Java. Sumatera. Ethiopia. Grinder. Calibration. Cold Brew. Begitu banyak terminologi dalam dunia kopi sehingga kadang saya berpikir bahwa mereka diciptakan untuk meningkatkan derajat peminum kopi. Saya semakin melihat, penikmat kopi serius adalah penikmat wine, .. versi Syariah.
Sedangkan saya, tech blogger iya, pekerja kantoran iya, kerja di coworking space iya, kerja di rumah iya, kerja pagi hari setelah lari pagi iya, kerja malem lembur iya. Intinya, kerja bisa kapan aja, dimana saja. Yang saya butuhkan dalam bekerja hanya laptop, koneksi internet yang cukup, colokan listrik, AC, smartphone dan.. kopi.
Tentu saya tidak sendirian dong dalam hal ini.

Kopi untuk apa buat saya? Saya baru tahu bedanya Cappucino dengan Latte juga baru tahun lalu. Baru belajar merasakan beda rasa kopi, tahun ini. Kemarin jalan-jalan ke BrightSpot ada stand Coffee berbagai macam rasa, termasuk salah satunya Klinik Kopi, Anomali, Common Ground di 1 stand. Di situ, adalah kesempatan untuk belajar lebih dalam mengenai kopi, yang terjadi malah saya tambah bingung. :/
Oke, saya kembali lagi ke tahap membedakan kelas kopi (versi Ario, jangan diprotes)
1. Kopi Warung / Kopi Sachet
Kopi ini paling murah, paling gampang, paling cepet. Kalo darurat dan lagi butuh sesuatu untuk memompa jantung dan ganjel mata, ini paling efektif. Tanpa gula, tanpa susu, pahit, ga enak, apalagi after-tastenya. Tidak ada fungsi lain selain bikin bangun!
2. Kelas Premium / Artisan
Kopi premium juga gak semuanya enak memang. Kategori premium yang saya maksud di sini adalah dari segi harga. Pernah minum Starbucks di Airport? itu Premium harganya, sedangkan rasanya.......
Mungkin yang gue maksud di sini adalah kopi yang bisa didapatkan dengan biji yang benar, kalibrasi yang baik, dan keseluruhan peralatan kopi yang lengkap. Beberapa yang menjadi favorit biasanya Anomali (Senopati), Crematology (Senopati), Sophie Authentique (Kemang), Common Grounds (City Loft), Tanamera (Thamrin), Goni (Kemang), Whale and Co (Bali), Sisterfields (Bali), Sea Circus (Bali), Dill Gourmet (Plaza Indonesia), Monolog (PS dan PIM),..
Beberapa alasan sebenernya saya kerap mengunjungi tempat-tempat itu.. Ada yang kopinya memang enak, ada yang tempatnya yang enak, ada yang kopi cuma biasa saja tapi makanan enak, ada juga yang memang sekalian sedang berada di mal tersebut, daaaannn... ada yang supaya terlihat hipster saja sih! Which one is which? ;)
Kelas Alternatif? Kopi Rumah!
Coffee Machine yang ada di Coffee Shops tersebut tidak akan masuk akal untuk dibeli sendiri untuk pemakaian di rumah atau di kantor. Kecuali kantor kamu memang kantor Start Up yang pengeluarannya suka tidak masuk akal yang cukup gila untuk membeli mesin kopi ini.. :))
Gatel lama ingin beli, akhirnya mumpung keluar baru, mencoba lah Nescafe Dolce Gusto Krups DROP,.. I'm too excited!
Sangking senangnya, sampai saya live unboxing dan percobaan pertama menggunakannya di Periscope tempo hari. Sayangnya, dasar periskoper KW, listriknya jepret karena membuat kopinya bersamaan dengan menyalanya 2 AC dan dryer mesin cuci. Cerdas.
Nescafe Dolce Gusto Krups Drop ini bentuknya lucu sekali. Seperti joystick ding-dong, seperti kepala alien, seperti angsa, seperti bola peramal atau seperti pent...........ungan!
Finishing hitam solid yang menyediakan 3 macam indikator di bagian atasnya; air panas, air dingin, dan indikator banyaknya air, cantik sekali. Menggunakan sensor sentuh yang responsif dan sederhana.
Di bagian bawahnya ada tempat meletakkan gelas yang bisa disesuaikan tinggi rendahnya, dan tempat air yang tersembunyi. Ah. Sempurna.
Kadang, mungkin saja, alasan membeli hanya dari designnya.. mungkin..

Pemakaiannya pun sangat sederhana. Isi tempat air, nyalakan mesin sampai indikator power berubah jadi warna lampu hijau, lalu isi pelurunya. Baca indikator disetiap kemasan. Karena komposisi air juga berbeda setiap jenis minumannya.
Saya sudah coba Latte. Lumayan banget. Besok mau beli yang Cappucino (selain ada Latte dan Caramel Latte). Sementara akan menghabiskan samplenya dulu yang dapet dari beli mesinnya.
Harga mesin 3.7 juta. Harga isinya beragam, bisa didapatkan di supermarket, bahkan online shop seperti Lazada, dll. Harganya sekitar 100 ribu.
Kekurangannya? Wattnya agak gede, 1500. Untuk pemakaian 1-2 kali sehari, gak begitu pengaruh sih gue rasa. Tapi kalau sering menjamu tamu, atau memang pecandu kopi akut, akan sangat mempengaruhi tagihan listrik. Itupun yang menyebabkan kemarin lagi periskop, mati lampu! :))) (inget, itupun ada dryer dan 2 AC nyala)
I'm very happy with this beauty. Melengkapi waktu-waktu dimana malas keluar rumah, menambah semangat bekerja di rumah, dan juga something to offer your guests, yang kadang-kadang datang untuk ngobrol.
Ario, A happy stay at home coffee lover.
Sedangkan saya, tech blogger iya, pekerja kantoran iya, kerja di coworking space iya, kerja di rumah iya, kerja pagi hari setelah lari pagi iya, kerja malem lembur iya. Intinya, kerja bisa kapan aja, dimana saja. Yang saya butuhkan dalam bekerja hanya laptop, koneksi internet yang cukup, colokan listrik, AC, smartphone dan.. kopi.
Tentu saya tidak sendirian dong dalam hal ini.

Kopi untuk apa buat saya? Saya baru tahu bedanya Cappucino dengan Latte juga baru tahun lalu. Baru belajar merasakan beda rasa kopi, tahun ini. Kemarin jalan-jalan ke BrightSpot ada stand Coffee berbagai macam rasa, termasuk salah satunya Klinik Kopi, Anomali, Common Ground di 1 stand. Di situ, adalah kesempatan untuk belajar lebih dalam mengenai kopi, yang terjadi malah saya tambah bingung. :/
Oke, saya kembali lagi ke tahap membedakan kelas kopi (versi Ario, jangan diprotes)
1. Kopi Warung / Kopi Sachet
Kopi ini paling murah, paling gampang, paling cepet. Kalo darurat dan lagi butuh sesuatu untuk memompa jantung dan ganjel mata, ini paling efektif. Tanpa gula, tanpa susu, pahit, ga enak, apalagi after-tastenya. Tidak ada fungsi lain selain bikin bangun!
2. Kelas Premium / Artisan
Kopi premium juga gak semuanya enak memang. Kategori premium yang saya maksud di sini adalah dari segi harga. Pernah minum Starbucks di Airport? itu Premium harganya, sedangkan rasanya.......
Mungkin yang gue maksud di sini adalah kopi yang bisa didapatkan dengan biji yang benar, kalibrasi yang baik, dan keseluruhan peralatan kopi yang lengkap. Beberapa yang menjadi favorit biasanya Anomali (Senopati), Crematology (Senopati), Sophie Authentique (Kemang), Common Grounds (City Loft), Tanamera (Thamrin), Goni (Kemang), Whale and Co (Bali), Sisterfields (Bali), Sea Circus (Bali), Dill Gourmet (Plaza Indonesia), Monolog (PS dan PIM),..
Beberapa alasan sebenernya saya kerap mengunjungi tempat-tempat itu.. Ada yang kopinya memang enak, ada yang tempatnya yang enak, ada yang kopi cuma biasa saja tapi makanan enak, ada juga yang memang sekalian sedang berada di mal tersebut, daaaannn... ada yang supaya terlihat hipster saja sih! Which one is which? ;)
Kelas Alternatif? Kopi Rumah!
Coffee Machine yang ada di Coffee Shops tersebut tidak akan masuk akal untuk dibeli sendiri untuk pemakaian di rumah atau di kantor. Kecuali kantor kamu memang kantor Start Up yang pengeluarannya suka tidak masuk akal yang cukup gila untuk membeli mesin kopi ini.. :))
Gatel lama ingin beli, akhirnya mumpung keluar baru, mencoba lah Nescafe Dolce Gusto Krups DROP,.. I'm too excited!
Sangking senangnya, sampai saya live unboxing dan percobaan pertama menggunakannya di Periscope tempo hari. Sayangnya, dasar periskoper KW, listriknya jepret karena membuat kopinya bersamaan dengan menyalanya 2 AC dan dryer mesin cuci. Cerdas.
Nescafe Dolce Gusto Krups Drop ini bentuknya lucu sekali. Seperti joystick ding-dong, seperti kepala alien, seperti angsa, seperti bola peramal atau seperti pent...........ungan!
Finishing hitam solid yang menyediakan 3 macam indikator di bagian atasnya; air panas, air dingin, dan indikator banyaknya air, cantik sekali. Menggunakan sensor sentuh yang responsif dan sederhana.
Di bagian bawahnya ada tempat meletakkan gelas yang bisa disesuaikan tinggi rendahnya, dan tempat air yang tersembunyi. Ah. Sempurna.
Kadang, mungkin saja, alasan membeli hanya dari designnya.. mungkin..

Pemakaiannya pun sangat sederhana. Isi tempat air, nyalakan mesin sampai indikator power berubah jadi warna lampu hijau, lalu isi pelurunya. Baca indikator disetiap kemasan. Karena komposisi air juga berbeda setiap jenis minumannya.
Saya sudah coba Latte. Lumayan banget. Besok mau beli yang Cappucino (selain ada Latte dan Caramel Latte). Sementara akan menghabiskan samplenya dulu yang dapet dari beli mesinnya.
Harga mesin 3.7 juta. Harga isinya beragam, bisa didapatkan di supermarket, bahkan online shop seperti Lazada, dll. Harganya sekitar 100 ribu.
Kekurangannya? Wattnya agak gede, 1500. Untuk pemakaian 1-2 kali sehari, gak begitu pengaruh sih gue rasa. Tapi kalau sering menjamu tamu, atau memang pecandu kopi akut, akan sangat mempengaruhi tagihan listrik. Itupun yang menyebabkan kemarin lagi periskop, mati lampu! :))) (inget, itupun ada dryer dan 2 AC nyala)
I'm very happy with this beauty. Melengkapi waktu-waktu dimana malas keluar rumah, menambah semangat bekerja di rumah, dan juga something to offer your guests, yang kadang-kadang datang untuk ngobrol.
Ario, A happy stay at home coffee lover.

Terimakasih atas semua artikel bermanfaat yang sudah anda publikasikan melalui blog yang menarik ini, saya tunggu postingan selanjutnya, have a nice day, kawan :)
ReplyDeleteModel mesinnya moderen banget tuh, keren abis bentuknya dah!
ReplyDeletejadi pengen nyobain..
Kini telah hadir aplikasi film drama korea di hp anda, cukup download MYDRAKOR di GooglePlay gratis, MYDRAKOR banyak film drama korea pilihan dan terbaru, jangan sampe ketinggalan, download sekarang juga MYDRAKOR.
ReplyDeletehttps://play.google.com/store/apps/details?id=id.mydrakor.main&hl=in
https://www.inflixer.com/
You should see how my acquaintance Wesley Virgin's autobiography starts in this shocking and controversial VIDEO.
ReplyDeleteYou see, Wesley was in the military-and soon after leaving-he revealed hidden, "MIND CONTROL" tactics that the CIA and others used to get anything they want.
These are the exact same tactics many famous people (especially those who "come out of nowhere") and the greatest business people used to become rich and famous.
You probably know how you use only 10% of your brain.
Really, that's because most of your brain's power is UNCONSCIOUS.
Perhaps this expression has even occurred INSIDE OF YOUR own brain... as it did in my good friend Wesley Virgin's brain seven years ago, while driving an unlicensed, beat-up garbage bucket of a car without a license and $3.20 on his bank card.
"I'm so fed up with going through life check to check! Why can't I turn myself successful?"
You've been a part of those those conversations, am I right?
Your very own success story is waiting to start. You just have to take a leap of faith in YOURSELF.
UNLOCK YOUR SECRET BRAINPOWER
Do this hack to drop 2lb of fat in 8 hours
ReplyDeleteAt least 160 000 men and women are utilizing a easy and secret "water hack" to lose 1-2lbs each night as they sleep.
It's very simple and it works all the time.
Here's how you can do it yourself:
1) Go grab a glass and fill it up half full
2) Proceed to follow this strange HACK
and become 1-2lbs skinnier as soon as tomorrow!