Diundang Samsung untuk berbuka bersama, sambil nyicip Es Kurma dan Kayu Manis Ritz Carlton Pacific Place, siapa bisa nolak? Iya Ario, percaya kok kalau alasan sebenarnya adalah itu, dan bukan menjadi sebagai salah satu yang pertama yang bisa hands on Samsung Galaxy Tab S, percaya kok.
Iya ampun, gue ngaku, memang berita bahwa terpilih untuk menjajal Tab S itu cukup bisa membuat batal puasa. Iya, segitunya gue kalo ama gadget. Acara jam 4, jam 2.30 gue udah di PP, keliling PP, nahan niat belanja, dan juga gak bisa ngopi. Pfft.
Ternyata, @almaujudy & @hadigunawan juga diundang. Familiar faces with familiar interests. Mayan, ada temen ngidam bareng.

Ini bukan grandlaunch, tapi media & blogger hands on. Sekitar kita ber 20 diundang untuk nyobain Samsung Galaxy Tab S, Tablet flagship. Flagship? iya! walaupun harga dibawah Note Pro, Tab S ini flagship.
Pada prinsipnya, Tab S ini diperuntukan untuk multimedia, sambil kerja. Note Pro konsentrasi di kerja. Kelebihan Note Pro mungkin ada di ukuran yang lebih besar (tapi ini subjektif), atau di stylusnya. Tapi kelebihan Tab S, berhubung untuk keperluan Multimedia, yaitu kekuatan layarnya.
Layar Tab S ini kinclong! (does anyone still use that word?)

Resolusinya 2560 x 1600 (iPad Air 2048 x 1536) Super Amoled.
Tab S ada 2 ukuran: 8.4" dan 10.5" (iPad 7.9" dan 9.7")
Dan.. perbandingan layarnya agak beda. Kalo wide screen movies itu 16:9, Tab S ini 16:10. Kita memang bisa melihat bingkai hitam di bagian atas & bawah kalau menonton film wide screen.

Layar Tab S lebih tajam & lebih besar.
Layar Tab S ini juga pengertian. Artinya, bisa menyesuaikan atau bahasa kampungnya, "Adaptive Screen". Adaptive Screen artinya, layarnya ini bisa menyesuaikan intensitas cahaya disekitarnya secara otomatis. Jadi kalau gelap sekali, layarnya akan meredup dan sebaliknya kalau sedang di keadaan terang sekali, siang hari bolong, layarnya juga akan masih terlihat digampar sinar matahari langsung. Demi mata lebih enak. Pengertian kan?
Adaptive Screennya bukan hanya terhadap intensitas cahaya, tapi juga warna cahaya. Contoh paling gampang adalah misalnya kita mau bawa Tab S sambil night out, drinks or clubbing. Anggep aja entertain client laaah. Biasanya di resto, cafe or club tuh lampunya kan ber-ambiance. Nah, adaptive screen ini menyesuaikan gamut RGBnya. Warnanya, bisa berubah sendiri. Semua demi mata lebih enak. Pengertian kan?
Selain lebih tajam, lebih besar dari iPad Air, Tab S juga lebih tipis dan ringan!
Tab S: 8.4" sekitar 298gr dan 10.5" sekitar 467gr. Keduanya tebalnya 6.6mm
iPad Air: beratnya 469gr dan tebalnya 7.5mm
Tipis...
Bentuknya sih seperti Samsung Galaxy S5, disiram, trus ngembang dan tumbuh. Artinya, motif titik-titik di casing belakangnya sama, letak tombol di depan juga sama, dan sama-sama ada finger print reader.
Tab S adalah Tablet Samsung pertama yang menggunakan finger print reader.
Kalo lo suka S5, lo akan suka dan cocok banget sama Tab S.
Bukan cuma dari bentuknya. Kalau punya S5, akan bisa sidesync. Lucu nih, jadi kalo kita lagi kerja pake tablet dan sidesync dengan S5 atau Note 3, jawab telp bisa langsung disitu. Bisa aje yeee...

Khusus untuk pasar Indonesia, ini dia nih yang bikin menarik, banyak bonusnya!
Kalo beli Tab S, kita akan dapet konten yang gak main2!
Contoh:
Dropbox 2 tahun, 100gb.
Evernote Premium, 1 tahun.
LinkedIn Premium, 3 bulan.
dan.. konten dari..
Asphalt, Bitcasa, Bloomberg, Box, Cut the Rope, Fruit Ninja, Marvel, NY Times, The Economist, Wall Street Journal, etc..
dan banyak lagi, worth sekitar $1,100.
Selain itu, ada tambahan konten lokalnya, yaitu berlangganan majalah digital dari MRA Media menggunakan aplikasi bawaan bernama S-Lime. Ini juga worth 2,65 juta rupiah. Mayan, ada Maxim buat.....
Jadi, kalo harga Tab S itu akan sekitar 6-7juta yang 8.4" dan 7-8 juta yang 10.5", dikurang hampir 4 juta rupiah dalam bentuk konten, lumayan banget kan ya?
Sam, gue cuma megang sekitar 1 jam,.. mau dong megang 1 tahun. #modus #kode
Iya ampun, gue ngaku, memang berita bahwa terpilih untuk menjajal Tab S itu cukup bisa membuat batal puasa. Iya, segitunya gue kalo ama gadget. Acara jam 4, jam 2.30 gue udah di PP, keliling PP, nahan niat belanja, dan juga gak bisa ngopi. Pfft.
Ternyata, @almaujudy & @hadigunawan juga diundang. Familiar faces with familiar interests. Mayan, ada temen ngidam bareng.

Ini bukan grandlaunch, tapi media & blogger hands on. Sekitar kita ber 20 diundang untuk nyobain Samsung Galaxy Tab S, Tablet flagship. Flagship? iya! walaupun harga dibawah Note Pro, Tab S ini flagship.
Pada prinsipnya, Tab S ini diperuntukan untuk multimedia, sambil kerja. Note Pro konsentrasi di kerja. Kelebihan Note Pro mungkin ada di ukuran yang lebih besar (tapi ini subjektif), atau di stylusnya. Tapi kelebihan Tab S, berhubung untuk keperluan Multimedia, yaitu kekuatan layarnya.
Layar Tab S ini kinclong! (does anyone still use that word?)

Resolusinya 2560 x 1600 (iPad Air 2048 x 1536) Super Amoled.
Tab S ada 2 ukuran: 8.4" dan 10.5" (iPad 7.9" dan 9.7")
Dan.. perbandingan layarnya agak beda. Kalo wide screen movies itu 16:9, Tab S ini 16:10. Kita memang bisa melihat bingkai hitam di bagian atas & bawah kalau menonton film wide screen.

Layar Tab S lebih tajam & lebih besar.
Layar Tab S ini juga pengertian. Artinya, bisa menyesuaikan atau bahasa kampungnya, "Adaptive Screen". Adaptive Screen artinya, layarnya ini bisa menyesuaikan intensitas cahaya disekitarnya secara otomatis. Jadi kalau gelap sekali, layarnya akan meredup dan sebaliknya kalau sedang di keadaan terang sekali, siang hari bolong, layarnya juga akan masih terlihat digampar sinar matahari langsung. Demi mata lebih enak. Pengertian kan?
Adaptive Screennya bukan hanya terhadap intensitas cahaya, tapi juga warna cahaya. Contoh paling gampang adalah misalnya kita mau bawa Tab S sambil night out, drinks or clubbing. Anggep aja entertain client laaah. Biasanya di resto, cafe or club tuh lampunya kan ber-ambiance. Nah, adaptive screen ini menyesuaikan gamut RGBnya. Warnanya, bisa berubah sendiri. Semua demi mata lebih enak. Pengertian kan?
Selain lebih tajam, lebih besar dari iPad Air, Tab S juga lebih tipis dan ringan!
Tab S: 8.4" sekitar 298gr dan 10.5" sekitar 467gr. Keduanya tebalnya 6.6mm
iPad Air: beratnya 469gr dan tebalnya 7.5mm
Tipis...
Bentuknya sih seperti Samsung Galaxy S5, disiram, trus ngembang dan tumbuh. Artinya, motif titik-titik di casing belakangnya sama, letak tombol di depan juga sama, dan sama-sama ada finger print reader.
Tab S adalah Tablet Samsung pertama yang menggunakan finger print reader.
Kalo lo suka S5, lo akan suka dan cocok banget sama Tab S.
Bukan cuma dari bentuknya. Kalau punya S5, akan bisa sidesync. Lucu nih, jadi kalo kita lagi kerja pake tablet dan sidesync dengan S5 atau Note 3, jawab telp bisa langsung disitu. Bisa aje yeee...

Khusus untuk pasar Indonesia, ini dia nih yang bikin menarik, banyak bonusnya!
Kalo beli Tab S, kita akan dapet konten yang gak main2!
Contoh:
Dropbox 2 tahun, 100gb.
Evernote Premium, 1 tahun.
LinkedIn Premium, 3 bulan.
dan.. konten dari..
Asphalt, Bitcasa, Bloomberg, Box, Cut the Rope, Fruit Ninja, Marvel, NY Times, The Economist, Wall Street Journal, etc..
dan banyak lagi, worth sekitar $1,100.
Selain itu, ada tambahan konten lokalnya, yaitu berlangganan majalah digital dari MRA Media menggunakan aplikasi bawaan bernama S-Lime. Ini juga worth 2,65 juta rupiah. Mayan, ada Maxim buat.....
Jadi, kalo harga Tab S itu akan sekitar 6-7juta yang 8.4" dan 7-8 juta yang 10.5", dikurang hampir 4 juta rupiah dalam bentuk konten, lumayan banget kan ya?
Sam, gue cuma megang sekitar 1 jam,.. mau dong megang 1 tahun. #modus #kode

No comments:
Post a Comment